PrestasiNoval Ilham, Si Jago Matematika MA MQ

Maret 11, 2020by Staf Madrasah0

Olimpiade Sains adalah kompetisi akademik paling bergengsi di Indonesia, karena seleksinya yang begitu ketat mulai dari tingkat sekolah, tingkat Kabupaten/kota, provinsi, nasional dan bahkan Internasional. Sejak kelas 3 MI saya telah ikut kegiatan olimpiade Matematika. Mengapa matematika? Karena dulu sebelum saya ke bidang matematika, saya suka dengan yang namanya melukis, dan sering ikut lomba melukis....

Olimpiade Sains adalah kompetisi akademik paling bergengsi di Indonesia, karena seleksinya yang begitu ketat mulai dari tingkat sekolah, tingkat Kabupaten/kota, provinsi, nasional dan bahkan Internasional. Sejak kelas 3 MI saya telah ikut kegiatan olimpiade Matematika. Mengapa matematika? Karena dulu sebelum saya ke bidang matematika, saya suka dengan yang namanya melukis, dan sering ikut lomba melukis. Namun, saya menyadari bahwa seni itu subyektif . Maksudnya, apa yang menurut kita sudah bagus sekali, mungkin di mata juri biasa-biasa saja. Berbeda dengan matematika yang obyektif, kalau 1 + 1 ya pasti hasilnya 2.

Saya berasal dari MI NU Tratee Putera, Gresik. Sebuah madrasah dimana saya belajar banyak hal, khususnya matematika. Bu Lilik (guru matematika saya) sudah mengerti bakat saya di matematika, yang berujung pembinaan dengan beliau di kelas 2. Di kelas 3, saya mulai berkembang dan mulai mengikuti berbagai lomba matematika. Kalah? Tak apa, jalan masih panjang. Kemudian, saya belajar dengan Bu Eni, guru SMAN 1 Gresik, yang juga mengajar di MI. Capek, tapi seru. Dan di kelas 4 adalah pengalaman pertama saya memenangkan olimpiade matematika tingkat kabupaten. Senang bercampur lega setelah apa yang saya usahakan berbuah manis. Saya aktif ikut olimpiade matematika hingga kelas 6. Puncaknya, saya berhasil mendapatkan medali perak pada IMCS (International Math Competition Singapore) 2016. Alhamdulillahi robbil ‘alamin.

Masa SMP saya habiskan di SMPN 1 Gresik. Namun pada masa SMP ini semangat saya agak berkurang. Saya merasa salah satu faktor kendornya saya di matematika kala itu adalah pelajaran lain yang mulai susah. Salah satu contoh pelajaran PPKN. Di SD kita tahu soal “ Apa yang kamu lakukan jika kamu memiliki teman yang tidak bawa pensil? “ maka jawabannya adalah meminjaminya pensil. Beda dengan masa SMP, dengan soal “ Sebutkan lembaga-lembaga legislatif negara di Indonesia! Jelaskan! apa saja tugasnya? ”, haduuuh. Namun meskipun demikian,saya masih mengikuti olimpiade matematika, walau dengan frekuensi yang lebih sedikit. Hanya beberapa yang dapat saya menangkan.

Dan kini di MA Madrasatul Qur’an, saya telah mengikuti 3 olimpiade matematika yang masing-masing memberi kesan. Pertama, lomba KOMIK ( kompetisi matematika ) yang diadakan Tadris Matematika UIN Maliki Malang. Penyisihan yang diadakan di MAN 1 Jombang menyaring dari banyak peserta menjadi 3 peserta. Alhamdulillah, nama saya ada di 3 besar peserta yang lolos menuju babak semifinal yang diadakan langsung di UIN Maliki Malang. Uniknya, bersamaan dengan saya, ada rombongan siswa MA MQ yang juga mengikuti lomba di Universitas Brawijaya, Malang, Gebyar Brawijaya Qur’ani. Sehingga saya berangkat ke Malang ikut dengan rombongan GBQ. Di semifinal, saya gagal lolos ke final. Saya finish di nomor 7, sedangkan diambil 5 besar untuk lolos ke final.

Pengalaman kedua, lomba DENTINE yang diadakan oleh fakultas kedokteran gigi UNAIR. Lomba ini diikuti banyak tim dengan 3 peserta dalam 1 tim dan tidak murni matematika, namun ada juga materi fisika, kimia, biologi, serta ilmu kedokteran gigi dasarnya. Sehingga saya memiliki tim Ach. Naura Zibran I. Z. ( X IPA 1 ) dan A. Ainul Yaqin ( XII IPA 2 ). Soal yang bukan matematika bisa dibabat oleh rekan-rekan saya, sebaliknya soal matematikanya sangatlah sulit. Saya merasa bersalah karena tidak dapat banyak berkontribusi. Dan ternyata benar, tim kami gagal melaju ke semifinal.

Pengalaman terkini, saya ikut lomba SME (Spectacular Math Event) yang diselenggarakan oleh UNMUHGRES. Pertama penyisihan, yang mana dengan 30 soal pilihan ganda selama 1 jam. Saya merasa optimis untuk melaju ke babak semifinal. Karena kuota peserta yang masuk semifinal sebanyak 30 peserta. Benar saja, saya lolos ke babak semifinal di peringkat 5. Babak semifinal diadakan minggu depannya. Bersamaan dengan tes santri baru MQ, saya harus berkutat dengan soal-soal matematika. Di semifinal disediakan 5 soal uraian dengan waktu 30 menit. Saya dengan pasrah menunggu pengumuman peserta yang akan masuk final. Dan tak disangka, saya dengan nilai tertinggi menjadi peserta pertama yang dinyatakan masuk ke babak final, dengan skor 64, disusul peringkat kedua hingga peringkat kelima dengan skor 30. Saya bersyukur dan yakin ini adalah barokah dari Al Qur’an.

Di final, ada 4 babak yang terdiri dari babak soal bergilir, babak rebutan, babak presentasi, dan babak pertaruhan nilai. Semua peserta memberikan yang terbaik tak terkecuali saya. Dua jam di final inilah yang menentukan siapa yang akan menjuarai olimpiade matematika tingkat provinsi ini. Soalnya susah minta ampun. Saya memasang target untuk bisa finish di tiga besar, mengingat minimnya saya belajar matematika akhir-akhir ini. Allah Maha Mendengar hambanya, dengan keringat dingin melalui soal-soal, Alhamdulillah saya berhasil menjadi juara 3.

Selama saya ikut olimpiade di MA MQ, ialah Mr. Du (Ust. Arif Lukman) yang menjadi mentor saya. Siapa sih siswa MA MQ yang tak mengenal Mr. Du? Saya sangat berterimakasih kepada beliau karena hingga saat ini, beliau mau meluangkan waktu untuk membina saya Noval Ilham Arfiansyah dan Ach. Naura Zibran di sela-sela kesibukan beliau agar kami matang di olimpiade matematika SMA/MA sederajat. Saya senang dan bersyukur memiliki ustadz seperti Mr. Du. Harapan saya, kami mampu mengharumkan nama MA MQ tidak hanya di  bidang Al Qur’an, namun juga di bidang akademik. Semoga lebih banyak siswa MQ yang ikut serta menunjukkan bahwa MQ bisa, tidak hanya Qur’an, tapi juga pelajaran lainnya. Mohon doa restunya agar diberi kemudahan dan barokah. Aamiin.

 

Penulis:

Noval Ilham, XII IPA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kontak
Jl. Irian Jaya No. 47 Tebuireng
0321-852820
Sabtu- Kamis: 07.00 - 13.00
Berlangganan