Oleh: Budi Al Ashad, M.Sy (Kepala Madrasah Aliyah Madrasatul Qur an Tebuireng)

MA Madrasatul Qur an Tebuireng berkomitmen untuk selalu mensukseskan berbagai program, baik program internal madrasah maupun program Kementerian Agama.
Belum lama ini, Menteri Agama Republik Indonesia Bapak Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, MA mencanangkan program Ekoteologi sebagai upaya nyata menjaga lingkungan.
Transformasi pendidikan di madrasah kini memasuki babak baru yang lebih holistik dan humanis melalui pengintegrasian Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) ke dalam tata kelola lembaga.
Konsep ini menawarkan paradigma baru, di mana madrasah tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi pusat penanaman kesadaran ekologis dan nilai-nilai spiritual yang mendalam.
Diantara Upaya nyata yang dilakukan oleh Kementerian Agama adalah melalui Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur mengundang semua Kepala Madrasah Aliyah baik Negeri maupun Swasta seluruh Jawa Timur untuk ikutserta pembinaan yang dilaksanakan di UIN Syekh Washil Kediri pada Kamis, 4 Desember 2025.
Tema kegiatan kali ini adalah Peningkatan Tata Kelola Lembaga Maderasah Berbasis Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta. Dalam acara tersebut alhamdulillah 300 lebih peserta yang datang untuk mengikuti pembinaan mulai jam 13.30-16.00 mengikuti dengan antusias.
Acara diawali dengan sambutan bapak Rektor UIN Syekh Washil Kediri Prof. Dr. Wahidul Amin, M.Ag. dalam sambutannya menyampaikan beberapa informasi diantaranya informasi besiswa bagi pendaftar UIN Syekh Washil Kediri yang mempunyai hafalan Al Qur’an.
Setelah sambutan Rektor, dilanjutkan dengan sambutan staf khusus Menteri Agama Republik Indonesia bidang Pendidikan, Organisasi Kemasyarkatan dan moderasi Beragama Bapak Farid F. Saenong yang memaparkan pentingnya menjaga keseimbangan alam.
Keseimbangan alam harus dimasukkan dalam pembelajaran di kelas oleh bapak Guru. Pentingnya tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi harus menjadi fokus utama dalam kehidupan bermasyarakat.
Musibah yang terjadi seperti tanah longsor, banjir bandang juga harus menjadi bahan evaluasi semua lapisan masyarakat sebagai khalifah.
Dilanjutkan dengan materi inti yaitu Peningkatan Tata Kelola Lembaga Maderasah Berbasis Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta yang disampaikan langsung oleh Prof. Dr. Hj. Nyanyu Khodijah, S.Ag., M.Si selaku Direktur KSKK Madrasah Direktorat Jenderal Agama RI.
Direktur KSKK menyampikan dalam materinya bahwa madrasah harus berperan aktif dalam menjaga kehidupan manusia di bumi. Hal itu diwujudkan dengan mengurangi emisi Gas Rumah Kaca.
Menjaga dari perundungan. Begitu juga dengan tata Kelola SDM dan Kesiswaan (humanis). Integrasi kurikulum dalam 5 cinta yang meliputi; cinta Allah dan Rasul, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri sendiri dan sesama manusia serta cinta tanah air.
Semoga dengan adanya pembinaan ini, semua warga madrasah khususnya dan semua lapisan Masyarakat umumnya dapat mengimplementasikan kembali ajaran Al Qur’an dan Hadits dalam menjaga keberlangsungan kehidupan di muka bumi. Mari kita merawat alam, maka alam juga akan merawat kita.